Musyawarah pembuatan talut di Kampung Tengah

Ditulis : Sabtu, 2018-02-03 - 09:50:57

Musyawarah pembuatan talut di Kampung Tengah

Kampung Tengah, Musyawarah pembuatan talut di Dusun 2 Kampung Tengah Desa Labuhan Maringgai diadakan di kediaman Pak Arif selaku RT 9 dusun tersebut pada Jumat (2/2). Acara dimulai pukul 19.30 WIB dan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Labuhan Maringgai Drs. Gunawijaya dengan peserta yang terdiri dari Kepala Dusun Kampung Tengah, para RT dan segenap masyarakat Dusun Kampung Tengah.

Menindaklanjuti hasil usulan Musrenbang yang diadakan di Karya Tani beberapa waktu lalu terkait revitalisasi infrastruktur jalan di dua titik yaitu di Dusun Klahang dan Dusun Way Bandar, Gunawijaya menjelaskan bahwa realisasi tersebut berasal dari anggaran dana pemda sedangkan di sisi lain, Gunawijaya juga memiliki program pembangunan yang berkonsentrasi di Dusun 2 yaitu mengenai pembenahan aliran air yang selama ini menjadi salah satu masalah penting di dusun tersebut.

Pembuatan talut merupakan solusi dari Gunawijaya unuk menanggulangi permasalahan tersebut. “Kita tidak bisa membangun apapun kalau tidak saling bekerjasama, manfaatkan apa yang ada di desa sebagai potensi yang mampu menjadi solusi dari segenap permasalahan yang ada” ujar Gunawijaya ketika menjelaskan mekanisme awal program pembuatan talut.

Gunawijaya juga menegaskan bahwa adanya program pembuatan talut ini harus sepenuhnya didukung oleh segenap masyarakat dusun tersebut. Gotong royong dan swasembada merupakan salah satu kunci keberhasilan suatu program yang menitikberatkan untuk kesejahteraan rakyat. “Kita ini warga negara Indonesia dan yang membedakan kita dari negara lain adalah budaya gotong-royong. Maka mari kita tingkatkan kembali budaya gotong royong untuk membangun dusun ini menjadi lebih baik” tegas Gunawijaya.

Menurut penjelasan Gunawijaya anggaran yang digunakan untuk pembuatan talut ini diambil dari dana desa. Seperti yang diketahui bahwa dana desa memang harus digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa, pengelolaan serta manajemen yang baik dari dana desa ini akan berdampak pada naiknya taraf kesejahteraan warga desa termasuk di dalamnya adalah optimalisasi infrastruktur dan segala bentuk fasilitas pelayanan warga.

Kesepakatan hasil musyawarah tersebut adalah melakukan pengukuran awal panjang talut yang akan dibuat lalu selanjutnya akan diadakan musyawarah lanjutan terkait penentuan waktu gotong-royong serta pembagian kelompok gotong royong, mengingat banyaknya jumlah warga dusun tersebut maka pembagian kelompok gotong royong ini merupakan salah satu cara menjunjung tinggi kebersamaan.

 

Penulis : Julianto Nugroho

LABUHAN MARINGGAI