Selamat Datang di Desa kami


SELAMAT DATANG DI DESA LABUHAN MARINGGAI

Desa Labuhan Maringgai adalah salah satu desa di Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung yang merupakan Ibu Kota Kecamatan Labuhan Maringgai.

Jumlah Penduduk Desa Labuhan Maringgai sampai bulan Desember 2017 adalah 10.360 Jiwa terdiri

Penduduk Laki-laki                      : 5.228 Jiwa

Penduduk Perempuan                  : 5.132 Jiwa

Jumlah Kepala Keluarga               : 3.155 KK

Masyarakat Desa Labuhan Maringgai merupakan masyarakat heterogen yang terdiri dari berbagai suku seperti Suku Lampung, Palembang, Banten, Sunda, Jawa, Padang, Bugis, dll.

Mata Pencaharian peduduk Desa Labuhan Maringgai: Petani Kebun, Petani sawah, Buruh, Nelayan, dan Pedagang.

Desa Labuhan Maringgai mempunyai luas wilayah 3.040 Ha, yang terdiri: Tanah lahan Pemukiman , Tanah lahan pertanian ,Tanah Lahan Pertambakan dan Tanah fasilitas umum.

Adapun Batas – batas Desa Sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan : Desa Sriminosari
  • Sebelah Timur berbatasa dengan : Desa Muara Gading Mas
  • Sebelah Barat berbatasan degan : Desa Tulung Pasik
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan : Desa Maringgai

 

Sejarah singkat:

Dari literatur yang ditemukan dalam sebuah catatan pedagang asal Banten yang bernama Dulsiman, Pada sekitar tahun 1889 ia bersama anak buahnya membuat hutan di daerah Munjuk (nama munjuk berarti naik keatas) mencari rotan untuk dibawa ke pulau jawa dengan mengunakan perahu layar. Pekerjaan ini terus menerus dilakukan dan bahkan mereka sudah mulai membuat gubuk-gubuk tempat singgah dan beristirahat.

Sedangkan di Tepian pantai kuala pada masa itu berdatanga pedagang dari daerah lain seperti Palembang, Banten, Bugis, dan Lampung, yaitu pedagang Lampung Terbanggi Besar. Bahkan diantara mereka ada yang mendirikan gubuk untuk menampung barang dagangan mereka dan pada masa itu system jual beli masih menganut system Barter yaitu system jual beli Tukar Manukar Barang Dagangan.

Perahu-perahu layar mereka tidak dapat masuk aliran sungai kuala yang pada masa itu bernama sungai Mahampari, di namakan sungai Mahampari dikarenakan sepanjang aliran sungai itu banyak terhampar ikan Pari.

Adapun waktu itu kampung yang sudah ada adalah kampung Maringgai, yang penduduknya sudah bermukim dan menetap di kampung itu. Karena seringnya bertemu para pedagang dari perbagai daerah tersebut yang bersama-sama berlabuh di suatu tempat, maka mereka sepakat untuk memberi nama tempat tersebut Kampung Labuhan Maringgai.

 

 


LABUHAN MARINGGAI